KONAWE SELATAN –Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Lamoen 2026 memasuki tahapan pencabutan nomor urut calon pada Jumat (16/10/2026). Calon Kepala Desa (Cakades) Lamoen, Sastra Adi Jaya, memperoleh nomor urut 3 yang disambut riuh dan penuh kegembiraan oleh para pendukungnya.
Suasana semakin meriah ketika para simpatisan meneriakkan yel-yel, “Nomor 3 harga mati, MATE-TORO tetap MEPARANGGU!”
Sorak-sorai tersebut menggema di tengah membludaknya pendukung yang hadir menyaksikan proses pencabutan nomor urut yang diselenggarakan panitia di Balai Desa Lamoen, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan.
Sastra Adi Jaya menyatakan tekadnya untuk mewujudkan harapan masyarakat Desa Lamoen apabila terpilih sebagai kepala desa.
Baginya, kepercayaan masyarakat merupakan amanat yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata dan komitmen dalam membangun desa.
Dengan penuh optimisme, ia juga berharap perjuangan bersama tersebut mendapat rida Allah SWT dan mampu meraih kemenangan dengan perolehan suara terbanyak.
Prioritaskan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat
Berbekal niat yang tulus, mental yang kuat, serta tekad untuk membawa perubahan, Sastra Adi Jaya menyatakan kesiapannya untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Desa Lamoen.
Menurutnya, berbagai persoalan yang menyangkut pelayanan pemerintahan, pembangunan, sosial, keagamaan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat perlu mendapatkan perhatian serius. Demikian pula dengan perjuangan petani yang dinilai menjadi salah satu sektor penting dalam meningkatkan kesejahteraan warga.
Berbagai persoalan tersebut terangkum dalam visi dan misi yang akan menjadi prioritas apabila dirinya diberikan kepercayaan memimpin Desa Lamoen.
Ia menegaskan bahwa visi dan misi tersebut bukan sekadar janji politik, melainkan komitmen yang harus diwujudkan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas amanat rakyat.
Dukungan Terus Mengalir, Pemuda dan Emak-emak Bergerak
Optimisme kemenangan Sastra Adi Jaya semakin menguat dengan bergabungnya keluarga besar, tim, dan simpatisan dari salah satu calon yang mengundurkan diri karena tidak melengkapi salah satu persyaratan administrasi sehingga dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh panitia.
Atas dukungan tersebut, Sastra Adi Jaya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah menyatakan sikap untuk bergabung dan mendukung perjuangannya.
Ia menyambut dukungan tersebut dengan penuh rasa hormat serta berharap kebersamaan yang terbangun dapat menjadi kekuatan untuk memperjuangkan masa depan Desa Lamoen.
Selain itu, antusiasme kalangan pemuda dan kaum emak-emak turut memberikan warna tersendiri dalam dinamika Pilkades Lamoen 2026.
Mereka bergerak secara mandiri dengan kreativitas masing-masing, membentuk komunitas yang terorganisasi dan terstruktur untuk memperluas sosialisasi serta menghimpun dukungan masyarakat.
Pendekatan yang dilakukan mengedepankan kesederhanaan, komunikasi dari hati ke hati, dan upaya membangun kedekatan dengan para pemilih agar mereka dapat menentukan pilihan secara mantap.
Tim Pemenangan Dikonsolidasikan hingga Tingkat Lapangan
Di sisi lain, konsolidasi tim pemenangan juga terus dilakukan melalui pembentukan jaringan yang berlapis dan terstruktur.
Tim tersebut melibatkan berbagai kalangan dengan latar belakang pengetahuan dan pengalaman yang beragam, mulai dari kalangan akademisi dengan pengetahuan formal hingga tokoh dan masyarakat yang memahami kultur serta adat setempat.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat strategi pemenangan, baik dalam melakukan analisis maupun menjalankan kerja-kerja sosialisasi di lapangan.
Dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang terorganisasi, tim pemenangan Sastra Adi Jaya optimistis dapat terus memperluas dukungan masyarakat menjelang hari pemungutan suara Pilkades Lamoen 2026.
Perolehan nomor urut 3 menjadi momentum tersendiri bagi Sastra Adi Jaya dan para pendukungnya. Namun, pada akhirnya, pilihan masyarakat Desa Lamoen akan menjadi penentu dalam menentukan pemimpin desa untuk periode mendatang.

















