banner 728x250

Pasca Konflik PT Askon dan Warga Matarape, Bupati Konut Pimpin Rapat Kamtibmas

  • Bagikan
Bupati Konut H Ikbar Pimpin Rapat Kamtibmas pasca konflik di matarape
banner 468x60

WANGGUDU, SULTRAEKSPRES.COM -Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, bergerak cepat menyikapi konflik yang terjadi antara PT Askon dan masyarakat Desa Matarape, Sulawesi Tengah, pada Jumat (2/10/2026) lalu.

Meski lokasi konflik berada di wilayah Sulawesi Tengah, sebagian wilayah operasional perusahaan berada di kawasan perbatasan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah, tepatnya di wilayah Kabupaten Konawe Utara.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Konawe Utara untuk mengantisipasi agar situasi tidak berkembang dan memicu konflik yang lebih luas.

Bupati Konawe Utara, Dr. H. Ikbar, SH., MH, langsung memimpin Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pascakonflik tersebut.

Rapat digelar di Aula Kecamatan Langgikima, Konawe Utara, Senin (5/10/2026).

Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Konawe Utara H. Abuhaera, Wakil Ketua I DPRD Konawe Utara I Made Tarabuana, jajaran Forkopimda Konawe Utara, serta sejumlah kepala OPD terkait.

Selain itu turut dihadiri Camat Langgikima, Camat Landawe dan Camat Wiwirano, para kepala desa dan lurah, serta tokoh masyarakat dari tiga kecamatan tersebut.

Dalam rapat tersebut, Bupati Ikbar meminta seluruh jajaran pemerintah kecamatan, kepala desa dan lurah, serta tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana tetap kondusif.

Ia meminta masyarakat Konawe Utara tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun isu yang berkembang pascakonflik antara PT Askon dan masyarakat Desa Matarape.

Menurut Ikbar, pemerintah daerah bersama pemerintah kecamatan hingga tingkat desa dan kelurahan memiliki peran penting dalam meredam situasi agar tidak berkembang menjadi persoalan baru.

“Yang harus mengademkan suasana ini adalah kita pemerintah daerah, baik itu kecamatan maupun kepala desa dan lurah,” ucap Ikbar dalam rapat tersebut.

Ia menegaskan, upaya menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan peran aktif pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Ikbar juga mengingatkan bahwa masyarakat Konawe Utara selama ini dikenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya Konasara.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan sikap persaudaraan, menjaga ketenangan, serta tidak mengambil tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.

Selain itu ia juga berharap, situasi pascakonflik dapat segera kembali kondusif dan tidak melebar ke wilayah lainnya, khususnya kawasan yang berada di sekitar perbatasan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.(WIN)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *