banner 728x250

Puluhan Murid dan Siswa di Angata Diduga Keracunan MBG, Korban Alami Muntah hingga BAB Berdarah

  • Bagikan
banner 468x60

KENDARI– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), menjadi sorotan setelah ratusan murid sekolah dasar (SD) dan siswa SMAN 10 Konawe Selatan diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan tersebut, Selasa (13/10/2026).

 

Para korban berasal dari SDN 1, SDN 4, SDN 12 Angata, serta SMAN 10 Konawe Selatan.

Mereka dilaporkan mengalami sejumlah gejala, mulai dari sakit perut, muntah-muntah, hingga buang air besar (BAB) disertai darah.

Bahkan, sejumlah korban disebut mengalami kejang-kejang.
Kepala SMAN 10 Konawe Selatan, Liy, S.Pd., mengungkapkan, gejala mulai dirasakan para siswa pada malam hari setelah mengonsumsi MBG yang dibagikan pada Selasa (13/10/2026).

“Jadi kronologinya, siswa pada Selasa, 13 Oktober 2026, mengonsumsi MBG.

Setelah pulang, malamnya mereka mulai merasakan sakit perut, muntah-muntah, dan sudah ada yang BAB keluar darah,” ungkap Liy saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, para siswa yang mengalami gejala tersebut kini telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Motaha bersama murid-murid dari sejumlah sekolah dasar yang terdampak.

“Sekarang, baik murid SD maupun siswa kami, sementara berada di Puskesmas Motaha,” jelasnya.

Liy juga mengungkapkan bahwa kondisi sejumlah korban cukup mengkhawatirkan. Selain sakit perut dan muntah-muntah, beberapa murid dan siswa dilaporkan mengalami kejang-kejang.

Puskesmas Dipadati Korban
Pantauan media ini di Puskesmas Motaha pada Rabu (14/10/2026) menunjukkan petugas medis tengah melakukan penanganan terhadap para murid dan siswa yang diduga mengalami keracunan.

Puskesmas juga dipadati orang tua korban dan pihak sekolah yang datang untuk memastikan kondisi anak-anak mereka.

Kasus ini memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan makanan dalam pelaksanaan program MBG di wilayah Angata.

Terlebih, gejala yang dialami para korban tidak hanya berupa gangguan pencernaan, tetapi juga dilaporkan hingga BAB berdarah dan kejang-kejang.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kejadian tersebut belum diketahui.

Dugaan keterkaitan antara gejala yang dialami para murid dan siswa dengan konsumsi MBG masih memerlukan pemeriksaan medis serta penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *