WANGGUDU, SULTRAEKSPRES.COM – Sepanjang Tahun 2025, Kepolisian Resor (Polres) Konawe Utara berhasil mengungkap berbagai pelanggan hukum. Tak hanya itu Mapolres Konut turut aktif dalam pembangunan dapur makanan bergizi untuk pelajar yang saat ini masih digenjot. Press release akhir tahun ini digelar di Mapolres Konut, Rabu (31/12).
Berbagai dinamika krusial yang dihadapi daerah, berhasil diselesaikan oleh Mapolres Konut diantaranya bencana banjir besar yang melumpuhkan aktivitas warga, tren kriminalitas, kasus narkotika, hingga kondisi pertambangan yang relatif kondusif.
Pertama, banjir yang melanda jalan Trans Sulawesi Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, sepanjang ±700 meter dengan kedalaman air 20–120 cm. Kendaraan kecil tak bisa melintas dan harus menggunakan rakit buatan warga, sementara kendaraan besar seperti truk tronton dilaporkan ada yang terseret arus.
Desa Padalere Utama, Kecamatan Wiwirano Luapan Sungai Lalindu menyebabkan jembatan gantung penghubung antar desa terputus. Sebanyak 105 kepala keluarga atau sekitar 400 jiwa terdampak dan wilayah sempat terisolasi. Desa Labungga dan Desa Laronanga, Kecamatan Andowia.
Dua desa ini terendam banjir setinggi 50 cm akibat meluapnya Sungai Anggomate dan Lamdudoni. Sebanyak 1.812 jiwa terdampak, sebagian mengungsi ke rumah kerabat.
Desa Puuwanggudu, Kecamatan Asera
Ratusan rumah terendam banjir hingga ketinggian ±1 meter setelah hujan deras selama enam jam. Luapan Sungai Lalindu dan Sungai Lasolo menyebabkan 24 kepala keluarga serta tempat ibadah ikut terdampak.
Rencana Dapur Gizi Polres Konut untuk 3.700 Pelajar
Dalam rilis tersebut, Polres Konut juga mengumumkan rencana pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Hialu Utama, Kecamatan Landawe.
Bangunan ini direncanakan berdiri di lahan seluas ±750 meter persegi, dengan ukuran bangunan panjang 18 meter dan lebar 8 meter, berlokasi di Jalan Trans Sulawesi.
Gedung menggunakan skema pinjam pakai dari Pemda serta memanfaatkan gedung ketahanan pangan Kecamatan Landawe. Program ini ditujukan untuk 3.700 siswa tingkat SD, SMP, SMA, madrasah, dan pondok pesantren di Kecamatan Landawe, Wiwirano, dan Langgikima.
Kriminalitas Naik, Narkotika Turun Signifikan Dari sisi penegakan hukum
Polres Konut mencatat kenaikan kriminalitas pada tahun 2025 mencapai 91 persen, dengan rincian:
Penganiayaan: 23 kasus
Pengeroyokan: 15 kasus
Pencurian: 13 kasus
Angka ini meningkat dibanding tahun 2024 yang berada di angka 90,65 persen.
Sebaliknya, kasus narkotika justru mengalami penurunan signifikan. Sepanjang 2025 tercatat 16 kasus dengan barang bukti 294,28 gram, atau turun menjadi 87,5 persen, dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 26 kasus (100 persen). Sementara itu, sitaan minuman keras berbagai merek sepanjang 2025 tercatat sebanyak 143 botol.
Laka Lantas dan Pertambangan Tetap Terkendali
Untuk kasus kecelakaan lalu lintas, Polres Konut mencatat 62 kasus laka lantas sepanjang 2025, meningkat tipis dibanding tahun 2024 yang berjumlah 59 kasus.
Adapun potensi konflik pertambangan di wilayah hukum Polres Konut dinyatakan nihil. Meski terdapat sejumlah aspirasi dari organisasi masyarakat terhadap perusahaan tambang, seluruhnya dapat dikendalikan dan diselesaikan tanpa konflik berkepanjangan. Hingga akhir 2025, situasi pertambangan dinilai aman dan kondusif.
Wilayah Hukum Luas dan Tantangan Pengamanan
Sebagai informasi, wilayah hukum Polres Konawe Utara mencakup luas daratan 500.339 hektare (5.101,76 km²) atau 13,40 persen dari total daratan Sulawesi Tenggara. Sementara luas perairan mencapai ±11.960 km² atau 10,87 persen dari wilayah laut Sultra.
Kabupaten Konawe Utara sendiri terdiri atas 13 kecamatan, 11 kelurahan, dan 159 desa definitif, dengan pusat pemerintahan berada di Wanggudu.
Releas akhir tahun ini menjadi gambaran komprehensif tantangan sekaligus capaian Polres Konawe Utara dalam menjaga stabilitas keamanan, penanganan bencana, serta pelayanan kepada masyarakat sepanjang tahun 2025.(RS).

















